Postingan

Menampilkan postingan dengan label Rumah Tangga dan Keluarga

Jangan Sia-siakan Kakak Perempuanmu Demi 5 Keuntungan Ini

Gambar
Menjadi adik dan memiliki seorang kakak adalah sebuah hal yang luar biasa. Setidaknya begitu menurut pandangan saya, walaupun saya terlahir sebagai sulung dari tiga bersaudara. Saya ingin sekali memiliki kakak, walau lagi-lagi itu tak mungkin karena saya adalah anak pertama Bapa dan Mama. Banyak orang beranggapan bahwa menjadi anak sulung itu menyenangkan. Bisa seenaknya menggoda, memerintah, atau mengintimidasi adik-adik. Oh No ! Tidak semudah itu, Rosalinda .... Adik menangis, kakak yang disalahkan. Adik terjatuh, kakak yang dianggap tak pandai mengasuh. Adik ingin jajan, kakak yang harus belikan. Jadi kakak itu harus perfecto , karena ia yang nantinya jadi panutan. Doc. Google Sebelum beranggapan bahwa kakak perempuan tak begitu penting dalam hidupmu, simak dulu baik-baik beberapa keutungannya dibawah ini: 1. Kakak perempuan adalah pendengar yang baik. Ketika kamu galau, sedih, perlu menumpahkan unek-unek atau minta pendapat apapun, datanglah pada ka...

Jadi Wanita Karir atau Ibu Rumah Tangga?

Gambar
Selamat siang, Moms.... Diluar lagi hujan nih, iseng-iseng buka blog dan terlintas untuk corat-coret seputar polemik  yang biasa menimpa wanita (ceileehhh). Hmmm, membicarakan masalah pilihan memang nggak mudah. Apalagi jika harus memilih salah satu dari dua pilihan yang sama-sama penting. Salah satunya seperti yang akan saya share dipostingan ini. "Kerja atau jadi full time mommy ya?" Kebanyakan wanita akan dibuat kalang kabut oleh dua pilihan diatas, termasuk juga saya saat itu. Wanita yang terbiasa bekerja diluar, biasanya akan sedikit sulit dalam menyesuaikan diri dengan perkerjaan rumah. Apalagi setelah melahirkan, selain harus full mengurus bayi juga harus mengerjakan pekerjaan lainnya seperti mencuci, memasak, ngepel, dsb. Bagi yang mampu mempekerjakan ART tentu semua itu tidak masalah.Lain halnya dengan keluarga yang keuangannya biasa saja, boro-boro menggaji ART buat makan aja pas-pasan. Moms, sebenernya jadi full time mommy itu melelahkan sekali lho....

Fenomena Pelakor

Gambar
P E L A K O R. Istilah yang belakangan sangat populer di masyarakat. Kata pelakor sendiri diartikan sebagai 'perebut laki orang' dan disematkan pada perempuan-perempuan yang suka menggoda atau bahkan memiliki hubungan spesial dengan suami orang. Semakin hari istilah pelakor makin terkenal menyusul banyaknya kasus penggerebekan yang menjadi viral. Kemudahan teknologi membuat berita semacam ini sangat mudah menjadi konsumsi publik. Sekali upload bisa melahirkan ribuan likes dan komentar bahkan semakin viral dengan banyaknya netizen yang membagikan postingan. Lalu, mengapa ada pelakor? Hmmmm, hubungan terlarang antara seorang wanita dengan pria beristri bisa disebabkan oleh banyak hal (dan tentunya hanya mereka yang tahu alasannya). Beberapa faktor yang biasanya mendasari perselingkuhan diantaranya ; 1. Iman yang mudah goyah. Ini benar-benar menjadi poin utama. Seseorang yang memiliki keimanan kuat, sehebat apapun godaan dari luar maka ia akan bisa mele...

Si Tangan Ajaib Itu Bernama Ibu...

Gambar
Krinngg.. Krinnggg.... "Telepon dari siapa tuh?" Krinnggg... "Biasa nenek lampir" "Nenek lampir? siapa tuh? Angkat dong telponnya.." "Ah nggak penting kok..." Apakah salah satu dari kita pernah menemukan percakapan seperti itu? Atau justru malah kita yang melakukan hal itu??? Memanggil seseorang dengan sebutan nenek lampir padahal dia adalah wanita yang telah melahirkan dan membesarkan kita. Mendengar kata "Ibu" saat kita masih remaja mungkin yang terbayang adalah wanita yang cerewet, galak, suka memerintah dan nyebelin. Walaupun tidak semua ibu seperti itu, tapi 'perhatian lebih' dari sang ibu seringkali dianggap 'lain' oleh anak-anaknya. Ketika seorang ibu menyuruh anaknya untuk segera pulang setelah selesai les, atau tidak boleh keluar rumah saat menjelang malam kebanyakan dari kita menganggap bahwa ibu sangat kejam, tidak mengerti dunia remaja, dan lain -lain. Padahal mungkin ibu memiliki kekhawatiran dan al...

Istri Mengeluh Bosan, Tidak Mesti Ingin Jalan-Jalan

Gambar
Pekerjaan rumah tangga memang tak ada habisnya. Dari pagi hingga malam selalu ada saja pekerjaan yang harus diselesaikan. Mulai dari mencuci, memasak, menyapu, mengepel lantai, serta mengurus suami dan anak. Waktu 24 jam sehari pun rasanya tak cukup untuk menyelesaikan pekerjaan yang seabrek. source.google Hal ini pula yang seringkali menjadikan seorang ibu rumah tangga merasa bosan dan terbebani. Bekerja tanpa libur dan mengerjakan pekerjaan yang itu-itu saja kadang membuat para wanita ingin mengeluh, bahkan menangis jika saja tidak ingat akan kewajiban. Bukan hal yang mudah memang menjadi istri sekaligus ibu yang penyabar. Meskipun hadiahnya berupa pahala yang besar jika kita ikhlas dalam menjalankannya, tapi tetap saja rasa lelah oleh rutinitas sehari-hari dapat mengalahkan segalanya. Tak jarang para istri lebih mudah marah, murung, bahkan cenderung menjadi galak terhadap anak-anaknya. Bagaimana tidak? Baru saja lantai selesai dipel, eh Si Kecil enak saja masuk kedala...

Tips Agar Selalu Akur Dengan Ibu Mertua

Gambar
Hallo Sahabat ! Lama banget nggak posting nih, ternyata ngeblog itu susah-susah sulit yah? Hehehe... Padahal banyak yang pengen di- share , tapi begitu jemari menari diatas keyboard ehh tiba-tiba juragan (baca:anak) ngamuk minta main bola, buyar deh semua ide..  Beterbangan nggak tau kemana, entah ke dapur, ke tumpukan cucian kotor, atau ke wajan yang hampir gosong.  Hahaha... Kali ini Aku mau share tentang sesuatu yang menurutku lumayan penting. Efek dari liat postingan emak-emak di sebuah grup FB yang kayanya nggak pernah akur sama mertua. Ada yang mertuanya pelit lah, mertua tukang iri, mertua nggak pernah mengerti, mertua pilih kasih, daaan masih banyak varian mertua lainnya (lho?) Sering denger dong istilah Mertua VS Menantu ? Nah persepsi ini yang harus diubah, walaupun Aku sendiri tipe menantu yang biasa aja, nggak terlalu jauh dengan mertua dan nggak bisa terlalu dekat juga. Hehe...! ilustrasi by google Buat Anda yang nggak pernah bermasalah dengan me...

Ingin Nikah Muda??? Pikirkan Hal Berikut...

Gambar
" Kenapa sih pengen cepet-cepet nikah? Bikin gak bebas! Gak bisa menikmati masa muda! " Jujur sih, dulu saya juga punya pemikiran demikian. Malah dari semasa pacaran, saya sudah wanti-wanti sama pacar saya (padahal dia belum tentu jodoh saya) untuk tidak buru-buru mengajak nikah. Yah, minimal umur 26 tahun lah. Baru saya siap menikah... And finally.... Kenyataannya berubah.. Xixixi. Seperti menjilat ludah sendiri, kami menikah saat umur saya menginjak 20th dan suami 21th. Setelah melalui masa pacaran yang cukup lama yakni 4th, kami pun berencana untuk tidak main-main. Tentunya setelah melalui banyak pertimbangan, dan yang paling penting adalah kami sudah sangat cocok satu sama lain sehingga tidak ingin terpisahkan. (Cieee) Bukan tanpa halangan untuk bisa mewujudkan keinginan menikah diusia muda, walaupun di kampung tempat kami tinggal tidak mempermasalahkan usia seseorang untuk dikatakan siap menikah. Yang belum punya KTP saja sudah ada yang berkeluarga dan memiliki...